AlhamduLILLAAH, masih berjalan, Farah Herbal Sudah menjangkau 22 provinsi Di Indonesia, 77 Kabupaten/Kota... Dengan ratusan transaksi... terima kasih kepada para pelanggan dan semua pihak yang telah percaya pada kami... Salam, Farah Dini

Jumat, 06 Mei 2011

Produk Terbaik Harga Murah Indonesia Cream Perawatan Kosmetik Wajah Skin Care Produk Kosmetik Mahal Lebih Baik?




Benarkah produk yang mahal selalu berarti lebih baik? Apakah krim antiaging lebih efektif jika digunakan malam hari? Inilah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda mengenai penggunaan produk-produk antiaging.
Pembersih muka dengan kandungan antiaging akan percuma karena akhirnya akan dibilas juga.
Beberapa produk pembersih muka dengan antiaging -terutama yang mengandung glycolic acid- sebenarnya dapat memperbaiki warna dan tekstur kulit. Yang perlu Anda lakukan hanya memberi waktu bahan pembersih tersebut untuk meresap ke dalam kulit. "Untuk menjamin penyerapan, pijat bagian wajah yang sudah diolesi pembersih sekitar 1 menit sebelum membilasnya," ujar Doris J. Day, asisten profesor klinis di bidang dermatologi, New York City Medical Center. Anda juga dapat mengganti pembersih muka yang biasa dengan tisu pembersih yang dilengkapi moisturizer. "Banyak dari produk tersebut yang berisi kandungan antiaging seperti alpha hydroxy acids (AHA), sehingga menjadi alternatif yang baik karena setelah melap wajah dengan tisu Anda tidak akan membilas dengan air, bukan?" tukas Jeannette Graf, mantan asisten profesor dermatologi, juga di New York University Medical Center. roduk yang mahal berarti lebih baik.
Betul, jika hal ini berkaitan dengan produk tas, sepatu, atau televisi flat-screen. Namun produk-produk antiaging yang tidak mahal juga dapat bekerja dengan baik, bahkan mungkin lebih baik. "Produk yang mahal mungkin karena kemasan dan marketingnya yang hebat, namun tidak berarti mereka memiliki ilmu lebih baik untuk mendukungnya," ungkap Heidi A. Waldorf, profesor klinis di Mount Sinai Medical Center di New York City. Lihat salah satu kasus ini: dalam sebuah studi klinis dalam Dermatologic Surgery edisi Februari 2006 terlihat bahwa produk Soy Moisturizer dari Aveeno lebih efektif untuk perawatan antiaging daripada StriVectin, produk krim anti stretch-mark yang berubah menjadi produk untuk mengurangi keriput. Karena itu, lebih baik jika Anda mempelajari label pada kemasan. Produk yang tidak jelas kualitasnya mungkin akan menyatakan kandungan tertentu pada produknya, namun Anda tidak dapat memastikan seberapa efektif produk tersebut.
Krim antiaging bekerja lebih baik pada malam hari.
Benar, namun tidak semua. Krim antiaging yang mengandung retinoids, peptides, AHA, atau BHA (beta hydroxy acids), seharusnya digunakan pada malam hari, demikian menurut Jeannette Graf. "Saat Anda tidur, darah yang mengalir ke kulit meningkat, kadar PH menurun, dan penghalang yang melindunginya melemah. Kandungan ini bekerja paling baik dalam kondisi seperti ini," jelas Graf. Sedangkan produk antiaging yang lebih baik digunakan pada pagi hari adalah yang mengandung antioksidan dan SPF.
Jika hasil krim tidak tampak dalam beberapa minggu, ganti saja.
Tidak seperti pria pembohong yang harus langsung ditinggalkan, krim antiaging butuh waktu untuk menunjukkan kekuatannya. Setelah beberapa minggu, Anda bisa melihat bahwa kulit Anda menjadi lebih kenyal dan lebih lembut. Bila Anda mengharapkan perubahan yang lebih dramatis, lebih baik Anda bersabar dulu. Mengurangi penampakan dari gurat-gurat di wajah bisa memakan waktu hingga tiga bulan. Apalagi jika melakukan perawatan untuk mengurangi perubahan warna atau keriput, hal ini bisa memakan waktu enam bulan, tidak peduli seberapa kuatnya formula yang digunakan. Beberapa produk lain mungkin menyediakan hasil yang instan, namun biasanya hal itu karena kandungannya dapat menyebabkan efek sementara.
Rasa perih, kulit kemerahan, atau mengelupas, adalah efek samping yang normal dari produk antiaging.
Produk yang menyebabkan kulit memerah atau gatal-gatal saat digunakan pertama kali umumnya mengandung AHA dan BHA, serta retinoids yang sudah jarang dipakai. Produk vitamin C dan segala sesuatu yang berbahan gel juga menyebabkan iritasi. Dulu kita memang cenderung berpikir bahwa iritasi menjadi tanda produk itu mulai bekerja, namun ternyata hal tersebut merupakan efek samping yang buruk. Dalam kenyataannya, produk antiaging bekerja lebih baik pada kulit sehat yang tidak teriritasi. Formula yang lebih lembut, seperti Retin-A Micro dengan resep hanya menimbulkan iritasi yang lebih minimal. Sedangkan bahan seperti peptides sama sekali tidak menyebabkan iritasi.
Jika Anda mengalami kulit merah atau mengelupas, sebaiknya tenangkan dulu kulit dengan mengurangi frekuensi penggunaannya. "Saat saya membuat resep retinoid, saya menyarankan pasien menggunakannya dua kali seminggu, selama dua minggu. Kemudian, kebanyakan wanita dapat menggunakannya setiap hari," ujar Waldorf. Kulit yang terawat retinoid lebih cenderung terbakar matahari, sehingga penggunaan harian dari SPF 30 atau di atasnya juga penting. Cukup gunakan bahan retinoid sebesar kuku untuk seluruh wajah.
Krim tabir surya dengan SPF 15 dapat mencegah keriput.
SPF 15 tidak cukup untuk membebaskan kulit dari kerutan, serajin apa pun Anda memulasnya. SPF 15 memberikan perlindungan 93,5% dari sinar UVB; SPF 30 memberikan perlindungan 97%; SPF 45 memberikan perlindungan 98%, dan seterusnya. Untuk melindungi Anda dari sinar UVA yang menyebabkan kerusakan kolagen dan elastin dan melanoma, pastikan krim tersebut mengandung avobenzone, mexoryl, titanium dioxide, atau zinc oxide.

Source: Shine

0 comments:

Poskan Komentar

 

Recommended Product

  • cream annisa
  • sabun susu kambing
  • mumtaza herbal whitening cream
  • Pembalut Herbal Hibbis
  • Mumtaza Breast Up Cream
  • hand Body Lotion Yesta
  • Layla Cream
  • Ratu Langsing
  • Zulu Madu Solusi Dasar Untuk Kecantikan
  • Otem | Obat Mata
  • Hajar Jahanam
  • Serum Vitamin C dan E

Farah Herbal Copyright © 2011 - 2013, Designed by Ipietoon Converted by KataroMinami Powered by Blogger
Thanks to Indonesia